Identifikasi dan Cara Mengatasi Alergi Susu Pada Bayi


Memiliki seorang bayi sebagai hasil dari buah cinta sebuah pasangan merupakan sebuah hal yang sangat disyukuri. Karena telah dikaruniai seorang buah hati, tentu saja hal ini mengartikan bahwa pasangan tersebut telah menjadi sepasang orang tua. Menjadi orang tua, merupakan sebuah hal yang membahagiakan, walaupun disisi lain terdapat tanggung jawab besar pada kedua pundaknya. Salah satu kewajiban yang paling mendasar ketika menjadi orang tua adalah menjaga dan merawat dengan sepenuh hati akan kehidupan sang bayi hingga dewasa nanti. Salah satu cara menjaga dan merawat bayi yang baik dan benar adalah dengan memberikannya asupan gizi yang baik dan sehat yang terbagi menjadi asupan makanan maupun minuman. Biasanya, minuman dari seorang bayi adalah susu. Susu merupakan minuman wajib untuk seorang bayi karena sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ-organ pada tubuh bayi tersebut ketika belum berfungsi secara utuh dan sempurna. Susu yang paling baik adalah ASI atau Air Susu Ibu. Walaupun demikian, bukan berarti seorang bayi tidak boleh diberikan susu formula. Selain Asi, bayi juga biasanya diberikan susu sapi formula oleh sang Ibu. Hal tersebut merupakan langkah yang baik, tentu saja. Namun, tidak semua orang cocok akan suatu produk makanan atau minuman, begitu juga dengan bayi. Tidak semua bayi cocok ketika diberikan sebuah susu formula. Ada bayi yang akan mengalami alergi, namun ada juga yang tidak. 

Bayi yang tidak cocok untuk mengonsumsi susu formula disebut sebagai alergi susu. Ketika bayi mengalami hal tersebut, Anda sebagai orang tua wajib mengatasi alergi susu pada bayi Anda. Namun, sebelum membicarakan tentang cara mengatasi alergi susu pada bayi, ada baiknya kita bahas dulu mengenai pengertian dan ciri-ciri alergi susu pada bayi. Alergi susu sapi dapat terjadi karena berbagai hal. Salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh yang belum atau tidak siap ketika menerima pasokan protein dari susu yang dikonsumsi sang bayi. Ketidaksiapan ini akan memicu sebuah reaksi dari tubuh bayi yakni tubuh bayi akan memproduksi dan mengeluarkan histamin. Histamin merupakan senyawa kimia dalam tubuh yang dapat menyebabkan tubuh bayi mengeluarkan gejala-gejala atau tanda-tanda alergi susu pada bayi. Ada dua kemungkinan ketika tubuh bayi mengalami alergi terhadap susu ini, yakni karena faktor dari tubuhnya sendiri, atau merupakan faktor turunan atau bawaan. 

Sebelum memberikan sebuah langkah untuk mengatasi alergi susu pada bayi, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai gejala atau ciri-ciri jika bayi Anda mengalami alergi terhadap susu. Gejala ini dapat timbul pada dua keadaan, yakni secara langsung ketika susu tersebut masuk kedalam tubuh bayi, atau timbul beberapa jam setelah bayi mengonsumsi susu tersebut. Gejala-gejalanya berupa: 

1. Gumoh pada bayi dalam kapasitas yang berlebihan 
2. Bayi juga akan menangis terus menerus. Kemungkinan menangis terus menerus ini disebabkan perutnya yang sakit karena menolak protein susu yang masuk tersebut 
3. Muncul reaksi dari kulit, seperti ruam merah yang gatal maupun bintik-bintik merah pada kulit bayi 
4. Mata bayi akan memerah 
5. Bayi mengalami diare dan muntah 
6. Bayi mengalami gangguan pernapasan. 

Enam hal diatas merupakan gejala atau ciri-ciri yang biasanya ditunjukkan oleh bayi yang mengalami alergi terhadap suatu susu. Setelah membahas gejala atau ciri-cirinya, mari kita bahas mengenai cara mengatasi alergi susu pada bayi. Ketika timbul gejala atau ciri-ciri seperti diatas pada bayi Anda, usahakan Anda jangan panik terlebih dahulu. Tetaplah tenang, karena alergi susu pada bayi merupakan hal yang wajar untuk sebagian bayi. Berikut merupakan cara mengatasi alergi susu pada bayi: 

1. Hindari makanan maupun minuman yang mengandung susu sapi 
Setelah Anda mengetahui bahwa bayi Anda benar-benar mengalami alergi susu, hal yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah menghindari pemberian semua produk makanan yang mengandung susu sapi, termasuk susu formula 

2. Berikan ASI 
Biasanya Ibu akan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI. Hal tersebut boleh dilakukan, namun apabila sang bayi mengalami alergi susu, sebaiknya hentikan pemberian tersebut dan kembalilah pada ASI. Karena ASI merupakan nutrisi paling baik untuk bayi 

3. Ibu melakukan diet susu sapi 
Setelah Ibu menghentikan pemberian susu sapi dan kembali kepada ASI, Ibu juga harus menghindari meminum susu sapi. Karena alergi ini bisa saja tersalur lewat ASI yang diminum sang bayi 

4. Mencari pengganti susu sapi 
Jika bayi mengalami alergi susu sapi, dan Ibu tidak bisa memberikan ASI karena alasan tertentu, susu formula ekstensif dihidrolisis dapat menjadi solusinya. Susu ekstensif ini mengandung protein yang mudah dicerna pada tubuh bayi karena sudah disesuaikan dan tidak akan memicu tubuh bayi untuk mendeteksi protein sebagai alergen 

Empat hal diatas merupakan contoh cara mengatasi alergi susu sapi pada bayi. Namun pada kenyataannya, masih banyak cara yang lainnya untuk mengatasi alergi susu pada bayi. Semua ini tergantung dari kekebalan tubuh, gejala, maupun tingkat kekebalan tubuh sang bayi,
Previous
Next Post »