Lakukan Ini Untuk Mengurus Sertifikat Tanah Girik


Apakah Kamu masih memiliki tanah warisan atau tanah girik? Jika ada apakah sudah memiliki sertifikat? Pada ulasan kali ini akan membahas cara membuat sertifikat tanah agar tanah Kamu terdaftar atas nama Kamu.

Tanah merupakan salah satu aset yang berharga, tanah warisan atau yang lebih dikenal dengan tanah girik merupakan satu aset yang tentunya harus dilindungi. Oleh karena itu, sebaiknya jika Kamu memiliki sebidang tanah yang belum bersertifikat, ada baiknya untuk didaftarkan konversi haknya ke Kantor Pertanahan setempat. Karena berdasarkan UU No. 5 Tahun 1960 atau UUPA (Undang Undang Pokok Agraria), seluruh tanah yang belum memiliki sertifikat (termasuk juga tanah girik) harus didaftarkan konversi haknya ke negara melalui Kantor Pertanahan setempat. Namun sangat disayangkan masih banyak orang yang tidak mengetahui hal tersebut, karena sedikitnya informasi yang ada sehingga masih banyak tanah girik yang belum memiliki sertifikat. Lalu bagaimana cara mengurus sertifikat tanah girik? Dalam mengurus tanah girik, terdapat dua tahap yang harus dilalui ketika mengurus sertifikat. Berikut ini adalah tahapannya.

Mengurus ke Kantor Kelurahan
Ada beberapa hal yang perlu Kamu ketahui ketika akan membuat sertifikat tanah girik yaitu:

Surat Keterangan Tidak SengketaKamu harus membawa Surat Keterangan Tidak Sengketa, surat ini ditandatangani oleh Lurah atau Kepala Desa setempat dan dihadiri oleh saksi-saksi yang biasanya adalah pejabat RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) setempat, atau pada daerah yang tidak ada RT/RW akan dihadiri oleh tokoh adat setempat. Kamu harus memastikan jika tanah girik yang Kamu miliki bukanlah tanah sengketa.

Surat Keterangan Riwayat Tanah

Selanjutnya yang perlu Kamu bawa adalah Surat Keterangan Riwayat Tanah. Fungsinya untuk menerangkan secara tertulis riwayat penguasaan tanah sejak awal mula pencatatan di Kantor Kelurahan hingga penguasaan saat ini. Termasuk pula di dalamnya proses peralihan berupa peralihan sebagian atau keseluruhan. Biasanya, tanah girik awal sangat luas kemudian dijual atau dialihkan sebagian.

Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik

Kemudian Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik yang berguna untuk memastikan bahwa pemohon menguasai bidang tanah tersebut. Surat ini dibuat oleh pemohon dan diketahui oleh Kepala Lurah atau Kepala Desa.

Mengurus di Kantor PertanahanSetelah segala hal urusan di Kantor Kelurahan selesai, langkah kedua yang perlu Kamu lakukan tentunya mengurus berkas-berkas tanah girik menjadi sertifikat di Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPNRI). Berikut adalah tahap yang harus dilakukan, yaitu:

Mengajukan Permohonan SertifikatKamu harus mengajukan permohonan berkas di loket penerimaan dengan melampirkan beberapa dokumen seperti:

-Dokumen asli girik atau salinan letter
Dokumen asli ketiga surat-surat yang telah Kamu urus di Kantor Kelurahan (surat-surat keterangan)
Bukti-bukti peralihan (jika ada) tidak terputus sampai dengan pemohon sekarang

-Salinan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga)
Salinan SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan) tahun berjalan dengan disertakan bukti pembayaran

-Surat kuasa jika memang pengurusan sertifikat tersebut dikuasakan
Surat pernyataan sudah memasang tanda batas

-Dokumen lainnya sesuai dengan persyaratan Undang-undang

Bagaimana Cara Terbaik Mengurus Sertifikat Tanah Girik - Finansialku
Mengukur Tanah
Setelah semua berkas yang diperlukan sudah lengkap dan pemohon telah diberikan tanda terima dokumen dari Kantor Pertanahan, maka selanjutnya petugas akan melakukan pengukuran ke lokasi dengan bantuan pemohon ataupun kuasanya untuk menunjukkan batas-batas kekuasaan atas tanah tersebut. Pengukuran ini harus disertai dengan surat tugas pengukuran dari Kepala Kantor Pertanahan.

Pengesahan Surat Ukur
Penerbitan Surat Ukur, surat yang berisi hasil pengukuran lokasi yang telah dicetak dan dipetakan di BPN (Badan Pertahanan Nasional) dan disahkan oleh Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan.

Penelitian Oleh Petugas
Setelah surat pengukuran ditandatangani, maka dilanjutkan dengan penelitian oleh petugas panitia A yang terdiri dari petugas BPN, Kepala Lurah atau Kepala Desa setempat.

Pengumuman Data Yuridis di Kelurahan dan BPN
Berdasarkan Pasal 26 PP No.24 Tahun 1997, selama 60 (enam puluh) hari, data yuridis akan diumumkan di Kelurahan dan BPN.

SK Hak Atas Tanah
Terbitnya SK (Surat Keputusan) Kepala Kantor Pertanahan tentang pemberian hak atas tanah. Pada tahap ini, hak tanah girik telah berubah menjadi sertifikat.

Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)
Pembayaran BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah) yang wajib dilakukan karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dasar pengenaan BPHTB adalah NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan juga luas tanah.

Pendaftaran SK Hak untuk Diterbitkan
SK Hak kemudian dilanjutkan prosesnya dengan penerbitan sertifikat pada Subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).

Pengambilan Sertifikat
Jika sertifikat telah ditandatangani, maka sertifikat akan dinyatakan selesai dan pengambilan sertifikat dapat dilakukan melalui loket pengambilan.

Dalam mengurus sertifikat, biaya yang dikeluarkan relatif, tergantung seberapa luas dan strategi lokasi tanah yang akan dibuat sertifikatnya. Semakin luas tanah yang dimiliki dan semakin strategi lokasinya maka biayanya pun akan semakin mahal. Sebelum Kamu mengajukan permohonan pajak, jangan lupa untuk mengecek kembali dokumen Kamu agar proses yang dilakukan lebih cepat. Biasanya proses ini memakan waktu kurang lebih 6 (enam) bulan, jika tidak ada kekurangan syarat. Biaya pengurusan akan berbeda dan bergantung pada lokasi serta luas tanah dijual di Bogor murah.
Previous
Next Post »