Makna Tersirat dari Karya Graffiti


Jika anda berkunjung ke sebuah kota besar, khususnya berada dalam daerah yang penuh dengan gang dan tembok-tembok, maka tak jarang anda bakal melihat coretan-coretan pada tembok tersebut. Coretan yang biasanya dituangkan dengan cat semprot atau lebih dikenal dengan pilox dalam bentuk kata-kata, menjadi hiasan tersendiri dan ada makna yang terselubung di dalamnya.

Pada hakekatnya coretan-coretan ini merupakan hasil karya dari para graffiti artist, meruka mencoba menuangkan ide mereka, bisa saja berupa kritikan yang tak langsung, ataupun berupa kutipan dari orang lain, yang dibalut dengan kesan artistik yang bagus, penataan warna yang rapi sehingga mempunyai nilai seni yang tinggi, coretan ini lebih familiar disebut dengan Graffiti.

Graffiti merupakan seni gambar yang dalam perpaduan warna, baik itu terhadap kata ataupun gambar lainnya, namun mempunyai makna yang tersirat di dalamnya. Seandainya melihat sebuah graffiti, anda bisa menebak makna dari coretan atau graffiti tersebut, berarti graffiti tersebut berhasil menyampaikan isi pesan dari graffiti artist itu sendiri.

Sebenarnya graffiti ini sendiri sudah ada semenjak ribuan tahun yang lalu, namun graffiti dulu hanya berupa coretan dinding-dinding biasa saja, seperti pada jaman Mesir Kuno dan Romawi. Di Indonesia sendiri, para graffiti artist sempat menjadi pusat perhatian khalayak ramai, selain menyalurkan hobby, graffiti yang dibuat juga menjadi alat propaganda dalam melawan pemerintahan yang paling efektif di masa dulunya. Banyak para graffiti artist yang tergabung di dalamnya, misalnya Pelukis Affandi yang pernah membuat slogan pada tembok-tembok jalanan yang berbunyi “Boeng Ajo Boeng!”

Seiring berjalannnya waktu, graffiti ini mulai berkembang, karya-karya graffiti artist bisa anda temui pada tembok-tembok kota, misalnya pada tembok yang terletak di perempatan, biasanya terdapat hasil karya dari graffiti artist. Graffiti pada umumnya mempunyai beberapa maksud ataupun tujuan, misalnya sebagai sarana pemberontakan terhadap pemerintahan, kemudian sarana ekspressi ketakukan karena tertekan dengan keadaan politik dan sosial yang sedang konflik, dan uniknya graffiti ini bisa saja merupakan sebagai bahasa rahasia untuk golongan kelompok tertentu.

Ada beberapa istilah mengenai seni graffiti misalnya gang graffiti,merupakan graffiti yang berfungsi sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama gang, gang gabungan, para anggota gang, atau tulisan tentang apa yang terjadi di dalam gang itu. Tagging graffiti, salah satu jenis graffiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak graffiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Bisa dikatakan emacam tanggung jawab karya.
Dalam perkembangannya pun, graffiti sering ditungankan pada media tembok dengan berbagai macam istilah, tiga diantara yang familiar adalah Spot Jocking, Getting Up dan Legal Wall. Spot jocking, adalah istilah yang digunakan ketika seseorang menempatkan karya mereka dengan sedikit menimpa karya dari artist terkenal. Lihat foto di atas, karya ROA ditimpa dengan tag bertuliskan “Goog.” Ketika seniman menempatkan graffiti-nya secara konsisten di beberapa tempat suatu kota. Hal ini dilakukan bermaksud untuk membangun reputasi dari si artist. 

Ketika sesorang mengakui karya dari artist bersangkutan, maka tujuan dari getting up sudah berhasil, itulah maksud dari Getting up. Terakhir adalah Legal Wall, istilah bagi graffiti yang dibuat di tembok dengan mendapatkan izin oleh si pemilik bangunan, atau tempat khusus yang boleh digambari graffiti oleh siapa saja.

Perkembangan graffiti pun semakin pesat, apalagi sudah bisa memasuki dan memperkenalkan melalui media digital, salah satunya melalui film. Gimana? Tertarik untuk menjadi graffiti artist? Anda juga bisa gabung di GoAheadPeople.com untuk melihat hasil karya-karya dari orang lain, sipa tahu bisa memberikan inspirasi.
Previous
Next Post »